19 December 2012


Sudah pada nonton 5 cm? Gak pada telat seperti saya yang baru hari ini sempat menontonnya, kan? Film yang diangkat dari novel best best best seller (abisnya udah mencapai cetakan ke-23 aja) karya Donny Dhirgantoro itu mulai tayang perdana pada 12 Desember 2012 pekan lalu, tanggalan yang juga banyak dipakai untuk kawinan dan tanggal nembak cewek itu. Tapi sayang sekali pada tanggal cantik tersebut malah ada kuis salah satu mata kuliah yang menyangkut masa depan, jadinya gak jadi nonton deh, padahal udah janjian sama orang lho :3

Oke, daripada menyesali diri karena tidak bisa nonton 5 cm saat premier, mending langsung nonton pas emang kebetulan lagi sempat aja kan, walau seorang diri. Akhirnya, hari ini tepat seminggu dari premier kesampaian juga diriku nonton film yang sudah saya tunggu-tunggu sejak lama ini.

Detik pertama, langsung membikin tersenyum.

Oke, film langsung dibuka oleh perkenalan masing-masing pemeran, Genta (Fedi Nuril), Riani (Raline Shah), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali) dan tokoh yang bikin ngakak sepanjang film ini diputar, Ian (Igor Saykoji).Yang menarik, ternyata yang menjadi pemeran utama film 5 cm adalah Zafran, berbeda dengan di novelnya, tokoh utama cenderung mengarah ke Genta.

Sebelumnya tidak ada ekspektasi berlebih dari saya terhadap film ini, karena menurutku film yang diadaptasi dari novel takkan pernah bisa sama persis dengan novelnya. Tentu saja durasi merupakan alasan utama mengapa hal tersebut terjadi. Namun berbeda dengan 5 cm. Sejak detik pertama, film ini membuat saya senyum-senyum sendiri (ya iyalah, nontonnya sendirian). Rizal Mantovani patut saya kasih 10 jempol karena dengan piawainya dapat mewujudkan isi novel sesuai dengan imajinasi saya – mungkin penonton yang lain juga − ketika membaca novelnya dua tahun lalu. Mulai dari gaya bicara para tokoh, setting yang tepat, alur, serta pemilihan keempat tokoh utama itu sendiri sangat pas, menurutku.

Dari sini dapat saya simpulkan, film 5cm layak anda tonton, sekali pun anda sudah pernah membaca novelnya!

Mengenai beberapa scene yang berbeda

Seperti film hasil adaptasi novel yang lain, banyak scene dalam novel yang di-skip. Alur seolah ngebut, membuat penonton dipaksa menyaksikan adegan demi adegan dengan cepat. Namun itu pulalah yang menimbulkan rasa penasaran di benak penonton, terutama bagi penonton yang belum membaca novelnya.

Ada beberapa scene di film yang berbeda dengan novelnya. Misalnya tokoh Deniek tidak muncul dalam film. Namun hal itu diatasi dengan scene di batu nisan makam teman Deniek yang meninggal di Mahameru, Adrian. Sayang, surat yang ditujukan kepada almarhum Adrian itu tidak ditampilkan serta dibacakan, padahal isi suratnya keren banget. Selain itu ada scene berbeda lain yang sepertinya tak perlu saya umbar satu persatu di sini.

Tetapi porsi scene yang disuguhkan sang sutradara sudah lebih dari cukup menurutku, tidak terlalu banyak scene dalam novel yang di-skip, kemudian scene yang penting dapat disuguhkan dengan baik. Bagi saya, sebuah scene lebih baik di-skip daripada terpaksa disuguhkan setengah-setengah.

Scene favorit

Scene favorit? Tentu saja seluruhnya favorit menurutku, karena Rizal sudah memuaskan imajinasi dua tahun yang lalu saat saya membaca 5 cm pertama kali. Harus ada yang favorit? Baiklah..

Menurutku scene favorit ada dua. Pertama, saat Zafran menganggukkan kepalanya kepada penduduk dan Riani yang tersenyum manis kepada anak-anak kecil di sekitar Ranupani. Bagian itu sangat down to earth, menurutku. Dengan kebleeannya seorang Zafran alias Juple serta cantiknya (cantik pake banget) Riani, mereka ternyata masih mempunyai respek terhadap“orang kecil”.

Kemudian scene kedua yang paling saya sukai yakni ketika mereka berlima – plus Arinda, adik Arial – mencapai puncak Mahameru, lalu terdengar backsong lagu nasional “Tanah Air”. Jujur, bola mata saya hampir berkaca-kaca, menyaksikan mereka berlima mengatakan impian-impiannya di puncak Mahameru, lalu mengungkapkan rasa cintanya terhadap tanah air ini, Indonesia. Wajar memang jika kita benci terhadap negara surga korupsi ini, negara yang kaya namun seolah miskin moral. Tapi bukan berarti kita harus membenci Indonesia sepenuhnya. Negara yang tanahnya kita pijak setiap harinya semenjak lahir dari buaian, yang airnya kita teguk serta nikmati setiap saat hingga mati kelak. Tidakkah ada rasa malu sedikit pun kepada ibu pertiwi ini yang tak henti memberikan kasih tulusnya kepada kita anak-anaknya hingga kita menutup mata?

Intinya, keren!

Tak adil rasanya jika saya berekspektasi berlebihan kepada sutradara yang kebetulan mendapat kepercayaan mengadaptasi sebuah novel ke film, termasuk kepada Rizal Mantovani. Tapi bagi saya, film 5 cm keren! Imajinasi yang tergambar dalam benak saya mengenai indahnya Ranu Kumbolo dan berwibawanya puncak Mahameru terpuaskan sudah. Salut untuk Rizal dan seluruh kru Soraya Intercine Films. Semoga ke depannya kualitas film-film lokal dapat sebagus 5 cm, kalau bisa tentu harus lebih baik dan lebih baik lagi.

Yang berani nyela Indonesia, ribut sama gue!


Celoteh Serupa

19 comments:

  1. blaah, belum nonton tam? tau gitu tadi kita nonton berdua aja eaaa :kikik:

    ReplyDelete
  2. wah belum sempet nonton filmnya nih, kalo bukunya udah lama baca, hehe... jadi penasaran sama filmnya 8-)

    ReplyDelete
  3. Aku belum pernah baca novelnya.. jadi ga kebayang ceritanya kayak gimana.. Cuma rasanya udah banyak juga nih yang berkomentar bagus. Penasaran deh sekarang. :(

    ReplyDelete
  4. pengen nonton filmnya, cuma ga ada yang mau nganter :-(

    ReplyDelete
  5. udah janjian sama orang terus batal karena ada hal penting di perkuliahan itu rasanya pernah ngerasain deh kaya gimana hahaha :D

    setidaknya 5cm memberikan visualisasi & semangat yg cukup untuk mengajak pergi ke mahameru :bignose:

    mau mahameru, mau banget :(

    ReplyDelete
  6. sampai saat ini, masih kerasa sakit pipi gara2 ketawa sama nangis nonton film ini....

    ReplyDelete
  7. dang dangg akhirnya gue bisa comment juga 8-|
    nyadar gak sih lo banyak scene yg kliatan editannya dan nyadar gak sih lo pas mreka ngedaki itu gampang banget ga pake pengaman ato smacamnya
    tp emg keren sih apalagi pas bagian herjunot ali *tetep :D

    ReplyDelete
  8. @bebe: whoaaa... mudah-mudahan 5cm merambah luar negeri juga deh :)

    ReplyDelete
  9. @sandi: wahahaha, saya aja nonton sendiri :cry:

    ReplyDelete
  10. @veny: huhuhu, udah janjian gajadi itu rasanya... :-E
    yoi ven.. setidaknya 5 cm sudah berhasil menampilkan salah satu dari sekian banyak keindahan indonesia 8-)

    ReplyDelete
  11. @anonymous: sama saya juga gan.. ketawa, nangis bahagia, nangis terharu :)

    ReplyDelete
  12. @dea: kemana aja luu baru nongol :hoahm:
    waaahh, masalah teknis saya gak tau ya, kalo elo pasti tau lah, anak komunikasi & jurnalis gitu :kikik:
    hahahaha dasar junotism :kishishi:

    ReplyDelete
  13. wah .. aku kapan bisa nontonnya nih ? di mana mana pada mereview film ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mbak ely: hahaha, semoga saja 5cm merambah belanda deh ya :D

      Delete
  14. emang keren banget :)
    tapi gk enak ya ending d novel ama filmnya beda jauh,kayak genta yg jdnya nikah ama citra tmnnya riani

    ReplyDelete
    Replies
    1. @sebatang pohon: nah, akhirnya ada yg nyadar juga :)
      Bener bener, mungkin supaya mengurangi tokoh,
      Deniek kan yg sebenernya sama Arinda :)

      Delete

Paling Digandrungi